‘Gulai Uleu Sapei’ Sukadana Rebut Hati Rombongan Disparekraf Lampung

Date:

Share post:

Gulai Uleu Sapei Sukadana Lampung Timur - yopie pangkey -
Kuliner ‘Gulai Uleu Sapei’ yang bisa ditemui di Sukadana, Lampung Timur. (Foto: Yopie Pangkey)

Sukadana Lampung Timur memiliki beberapa makanan khas yang enak. Disebut makanan khas karena makanan tersebut biasa dikonsumsi di daerah tersebut dan cocok dengan lidah masyarakat setempat.

Makanan khas Sukadana sudah disajikan sejak ratusan tahun lalu. Resepnya diwariskan turun temurun dari nenek moyang. Bisa dikatakan bahwa makanan khas adalah warisan budaya dari suatu daerah.

Baca juga:
* Kadisparekraf Lampung Dorong Kolaborasi Pengembangan Kampung Tapis Lugusari di Pringsewu

- Advertisement -

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung mendapat undangan makan siang yang diselenggarakan di Nuwo Balaq Sukadana, Lampung Timur, pada 8 Februari 2023.

Dalam undangan yang ditujukan kepada Kepala Disparekraf melalui pesan Whatsapp tertulis, “Makan Gulai Uleu Sapei yuuk… Asli dari Sukadana”.

Alhasil, 15 orang dari Disparekraf Provinsi Lampung dan beberapa perwakilan stakeholder pariwisata datang hadir ke rumah tua kediaman Hj. Siti Asma Ratu Agung di Sukadana.

Acara ini adalah salah satu langkah kegiatan promosi warisan budaya kuliner dari Sukadana. Gulai Uleu Sapei adalah salah satu dari sekian banyak makanan yang dihidangkan.

- Advertisement -

Asma Ratu Agung mengatakan, acara makan siang ini bentuk kepedulian dirinya pada tempat kelahiran. Dia ingin mengajak semua pihak berkolaborasi sesuai kemampuan masing-masing.

“Saya pernah mengajak kawan-kawan dari Jakarta untuk berwisata semalam di Sukadana. Salah satu aktivitas wisatanya, kawan-kawan saya ajak berwisata kuliner menikmati Gulai Uleu Sapei,” Asma Ratu Agung mengisahkan.

“Gulai Uleu Sapei, dalam bahasa Indonesia berarti Gulai Kepala Sapi. Kepala sapi tidak disuguhkan utuh, tetapi berupa potongan kecil daging dan lemaknya saja.”

Gulai ini disajikan dalam mangkuk kecil. Ada beberapa potongan daging dari kepala sapi, potongan kecil kentang. Lalu ditambahkan dengan emping dan ditaburi dengan daun seledri dan daun bawang.

“Resep gulai ini sudah saya kembangkan. Dulunya bumbunya sangat sederhana. Yang sekarang sudah saya sempurnakan sehingga lebih enak dan bisa diterima banyak orang.” Ungkapnya.

Gulai ini salah satu sajian yang dihidangkan sejak dulu. Para ‘Sutan’ di Sukadana selalu makan olahan kepala sapi setelah mengadakan begawi atau pesta.

“Sekarang gulai ini kita sajikan kepada wisatawan. Dengan kuliner kita ajak semua untuk mengingat Gulai Uleu Sapei, mengingat keripik pisang, juadah, dan lainnya. Bukan mengingat begal,” Kata Asma Ratu Agung.

Gulai Uleu Sapei Sukadana Lampung Timur - yopie pangkey
Kadisparekraf Provinsi Lampung bersama Asma Ratu Agung (paling kiri) sebelum meulai acara makan siang bersama di Nuwo Balaq Sukadana, Rabu (08/02/2023) siang. (Foto: Yopie Pangkey)

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Bobby Irawan mengaku dirinya sangat terpukau saat baru tiba.

“Baru datang, kita sudah disambut dengan busana khas Lampung dan tarian menyambut tamu,” Ujar Bobby di Nuwo Balaq Sukadana, Rabu (8/2/2023) siang.

“Ini bukan kita mengomersialkan, tetapi dalam rangka memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya berupa kuliner Khas Sukadana. Kalau menunggu acara adat mungkin belum tentu ada sekali dalam setahun. Dan belum tentu bisa mencicipi makanan ini,” Terang Bobby.

Kadisparekraf Bobby Irawan memuji rasa Gulai Uleu Sapei buatan Asma Ratu Agung. “Rasanya simpel, penak, gurih, bisa diterima lidah kebanyakan kita.”

“Saat disajikan, kita bisa menambah sendiri nasi dan lauk lainnya yang dihidangkan. Dan setelah makan gulai, kita bisa makan juadah, keripik pisang, dan makanan ringan lainnya,” dia menambahkan.

Menurut Bobby, kalau aktivitas wisata semacam ini bisa rutin dilakukan bisa memicu anak muda untuk ikut melestarikan.

“Apalagi kalau wisatawan datang kemari. Mereka pasti akan merekam foto dan video. Dan saya yakin foto dan video mereka akan tersebar di media sosial,” imbuhnya.

Lampung Timur memiliki keberagaman budaya. Hari ini saya melihat langsung buktinya di Sukadana. Ini harus kita perkenalkan ke masyarakat umum, ini lho budaya kita,” imbaunya.

Kegiatan wisata semacam ini, menurut Bobby, bisa menjadi strategi untuk menangkal stigma negatif terkait Sukadana Lampung Timur. “Coba kita lihat di berita dan media sosial. Begal juga ada di Makassar, di Bandung, dan kota lain. Begal ada di mana-mana, bukan di Lampung saja.”

Baca juga:
* Petani Hutan Desa Banjaran Buat Sabun dan Briket Arang dari Kemiri

“Dengan kita memajukan pariwisata, dimulai dari mengangkat kuliner, ini bisa menghasilkan, membuat ekonomi baru di daerah ini. Dan ini bisa menjadi satu strategi mengurangi tindak kejahatan. Orang melalukan kejahatan itu motif utamananya adalah persoalan ekonomi. Pariwisata bisa menjawab beberapa hal sekaligus.” Bobby menjabarkan.

“Ayo kita semua bekerja sama, bersinergi, menjadikan Gulai Uleu Sapei sebagai salah satu kekayaan gastronomi dan menjadi salah satu atraksi wisata di Sukadana Lampung Timur,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

SPECTRM Borobudur Series, Dorong Lahirnya Event Berkelanjutan

Super Priority Event Creator Camp (SPECTRM), kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan...

SPECTRM, Kolaborasi GenPI dan Kemenparekraf Tingkatkan Kualitas Event dan Atraksi

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menginisiasi sebuah program pelatihan peningkatan kualitas...

HUT ke-44 Dekranas: Iriana Jokowi Tambil Elegan dengan Kebaya Berhias Benang Tapis

Ibu Negara Iriana Jokowi tampil anggun saat hadir dalam acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Dewan Kerajinan...

Menparekraf Apresiasi Investasi Pembangunan Amenitas Baru di Sekupang, Batam

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi terhadap industri...