Halal Bihalal Idul Fitri 1443 Hijriah Bersama Kemenparekraf/Baparekraf

Date:

Share post:

Rangkaian Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H Kemenparekraf/Baparekraf

GenPI – Setelah dua tahun tidak menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1443 Hijriah secara hybrid di tahun ini (Senin, 23/5). Dengan tema “Memaknai Halal Bihalal untuk meningkatkan etos kerja menyongsong momentum kebangkitan ekonomi”, acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Muhammad Kholis. Surat An-Nisa Ayat 36 dipilih karena acara Halal Bihalal ini merupakan sebuah wadah untuk berilaturahmi dan berbuat baik antar sesama.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa acara Halal Bihalal yang diselenggarakan kali ini mengupayakan untuk memajukan silaturahmi dan juga berbuat baik. Berbuat baik dalam ayat tersebut dijelaskan kepada 8 orang golongan di antaranya, kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga, tetangga jauh, teman sejawat, Ibnu Sabil dan hamba sahaya.

- Advertisement -

Setelah pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesudibjo, Ketua GenPI Nasional dan Ketua GIPI dan beberapa elemen pentahelix.

Dalam pidato Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, moment halal bihalal ini memperkuat tali silaturahmi untuk seluruh elemen pentahelix serta Pemerintah Daerah para Kadis di 34 Provinsi dan juga 212 Kadispar Kabupaten Kota. Selain itu juga dihadiri oleh 13 sub sektor pariwisata dan 17 sub sector ekonomi kreatif juga hadir. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mengatakan moment ini bisa untuk meningkatkan etos kerja menyongsong momentum kebangkitan ekonomi dalam menyambut pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dibuka dengan sebuah pantun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menjelaskan acara halal bihalal ini dilakukan secara hybrid sebagai tanda menyambut menurunnya pandemi ke endemi.

Setelah itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menjelaskan kebijakan mudik dari pemerintah membawa angin segar pada sector pariwisata dan ekonomi kreatif dengan data 72 Triliun perputaran uang dalam mudik kemarin. Sebesar 40-60% tercatat wisatawan menjadi bagian dari kegiatan mudik.

Selanjutnya Uno mengungkapkan, kerja cerdas kita harus memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitar kita. Bukan hanya sumber daya alam juga sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi digital inovasi dan segala terobosan yang mampu membawa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama 2 tahun mengalami begitu banyak tantangan. Tantangan bisa segera bangkit dan inilah kunci dari kreativitas dengan penuh totalitas kemampuan pada diri kelebihan orang-orang baik diri kita sendiri maupun di sekitar kita. Fasilitas yang kita miliki teknologi artificial intelijen robotics maupun internet of things diharapkan bisa kita gunakan untuk bekerja cerdas bekerja keras, ungkap Uno.

- Advertisement -

Uno menambahkan, peningkatan penghasilan itu penting karena harga bahan pokok sekarang mulai meningkat kebutuhan hidup semakin mahal. Oleh karena itu masih membutuhkan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan. Di sinilah sektor parekraf yang kemampuan daya dobrak 6 kali lipat lebih besar dari industri dan sektor lain harus kita manfaatkan, ujar Uno.

Marilah kita gunakan event ini sebagai pemicu dan pemacu kebangkitan ekonomi kita terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja. Pada kesempatan ini marilah kita senantiasa berdoa pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan yang maha kuasa agar penanganan pandemi covid-19 ini semakin baik dan kita bisa semakin sehat menuju dan menguatkan kesiapan terutama sektor kita to recover together recovery yang ditambahkan recover better ekonomi yang berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, tambah Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menutup sambutannya dengan pantun dengan menyapa seluruh peserta online maupun offline. Acara ini dihadiri sekitar 352 peserta online. Setelah sambutan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Haji Zainal Muttaqin. Dalam ceramahnya Zainal menekankan ciri etos kerja yang tinggi adalah orang yang komitmen dengan waktunya menjaga waktunya jangan sampai kemudian terlena sia-sia dan banyak sekali hikmah dan pelajaran 1 Ramadan kemarin yang kita dapat dan kemudian kita kita terapkan dalam Halal Bihalal ini. (wexa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

Disbudpar Kota Bandung Dorong Sinergi Mitra untuk Kembangkan Kampung Wisata Kreatif

Kota Bandung memiliki delapan Kampung Wisata Kreatif (KWK) yang berperan penting dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kampung-kampung...

Kunjungan MS. Crystal Symphony Bab Baru Pesona Pariwisata Kapal Pesiar di Kawasan Sabang

Sabang sekali lagi menunjukkan posisinya sebagai Destinasi wisata unggulan Wisatawan Mancanegara dengan menyambut kedatangan kedua kalinya kapal pesiar...

Hadapi Kenaikan PPN 12% pada 2025, Kemenpar: Paket Wisata Murah Jadi Opsi

Traveler atau wisatawan udah banyak yang membicarakan Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang akan diberlakukan pada...

Jurnalisme Warga di Margasari, Lampung Timur: Dukung Ketahanan Pangan dan Promosi Potensi Lokal

Warga Desa Margasari dan Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, tengah gencar mempromosikan potensi...