Kebun Raya Katingan Miliki Tema Koleksi Tumbuhan Buah Tropis

Date:

Share post:

Kebun Raya Katingan @rina_s_ningsih
Salah satu sudut di Kebun Raya Katingan, Kalimantan Tengah. (Foto: IG @rina_s_ningsih)

Kebun Raya Katingan adalah kebun raya dengan tema koleksi tumbuhan buah tropis. Bahkan dikatakan menjadi satu-satunya yang bertema tersebut.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan, Hap Baperdo, Minggu (16/1/2022) kemarin.

Menjadi sebuah upaya pelestarian dan konservasi untuk tumbuhan atau buah-buahan tropis Indonesia. Termasuk buah durian di dalamnya.

- Advertisement -

Baca juga:
* KKP Siapkan Program Rehabilitasi Mangrove, Komitmen Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi

“Sampai saat ini kebun raya ini telah memiliki koleksi lebih dari 500 jenis buah-buahan tropis Indonesia. Baik yang buahnya bisa dimakan atau tidak.” Ujar mantan Kadishut Katingan ini.

Kebun Raya Katingan ini, lanjut Baperdo, adalah kebun raya pertama yang berada di Kalimantan Tengah. Dan menjadi yang ke-5 di Pulau Kalimantan.

Menempati area seluas sekitar 127 hektar, lokasinya berada di Jalan Tjilik Riwut Km 13 Kasongan. Bersebelahan dengan tempat wisata Bukit Batu Kasongan.

- Advertisement -

Pembangunan Kebun Raya Katingan ini adalah hasil kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), dan Pemerintah Kabupaten Katingan.

Pengerjaannya dimulai setahun setelah penandatanganan MoU antara LIPI dan Pemda di tahun 2005.

Kebun Raya yang diresmikan pada 6 Desember 2016 ini bisa dimanfaatkan untuk penelitian, konservasi dan pendidikan. Termasuk bagi generasi muda agar lebih mengenal buah dan hayati lokal khas Kalteng di satu area kawasan.

Selain itu bisa juga berfungsi sebagai sarana wisata.

“Silakan para wisatawan berkunjung menikmati suasana alam dan mengenal berbagai jenis buah tropis.” Hap Baperdo mengajak.

Kebun raya dibuka setiap hari dari pagi hingga sore hari, dari pukul 07.00-16.00 WIB.

Harga tiket masuknya terjangkau. Hanya dibanderol sebesar Rp5 ribu per orang.

Soal penanaman, Hap Baperdo menjelaskan ada tata aturan tersendiri dalam menanam berbagai jenis tanaman di sini.

Setiap individu, institusi, dan organisasi yang melakukan penanaman akan tercatat datanya. Termasuk jenis tumbuhan yang ditanam, nama, jabatan, titik koordinat lokasi, dan waktu/jam menanam.

Lokasi menanam pun dibedakan menurut jenis tanamannya. Ada area tanaman hutan, area tanaman obat-obatan, tanaman buah khas Katingan,.

Dan tanaman lain yang khas Kalimantan dan khas daerah lain di Indonesia.

Baca juga:
* Gua Kelelawar Bisa Menjadi Primadona Wisata Kota Padang

Yang teranyar adalah kebun buah lokal khas katingan. Sangat menarik untuk dikunjungi dan dilihat.

“Terbaru telah dibangun kebun buah lokal asli Katingan seluas 4 hektare dengan jumlah lebih dari 1.600 pohon.” Ungkap Hap Baperdo.

“Juga telah dikembangkan madu kelulut. Dan terdapat trek khusus untuk bersepeda.” Pungkasnya. (diskominfo kalteng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

SPECTRM Borobudur Series, Dorong Lahirnya Event Berkelanjutan

Super Priority Event Creator Camp (SPECTRM), kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan...

SPECTRM, Kolaborasi GenPI dan Kemenparekraf Tingkatkan Kualitas Event dan Atraksi

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menginisiasi sebuah program pelatihan peningkatan kualitas...

HUT ke-44 Dekranas: Iriana Jokowi Tambil Elegan dengan Kebaya Berhias Benang Tapis

Ibu Negara Iriana Jokowi tampil anggun saat hadir dalam acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Dewan Kerajinan...

Menparekraf Apresiasi Investasi Pembangunan Amenitas Baru di Sekupang, Batam

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi terhadap industri...