Pemprov Lampung dan ASDP Kelola Kawasan Wisata Terintegrasi Bakauheni

Date:

Share post:

Pemprov Lampung dan ASDP Kelola Kawasan Wisata Terintegrasi Bakauhenii
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, saat menghadiri Rapat Pembahasan Kajian Pembentukan Perusahaan Patungan (JVCo) Pengelola Kawasan Pariwisata Terintegrasi Bakauheni dan Pembahasan Skema Kerjasama Menara Siger, di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (13/1). (Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung)

Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah bersepakat untuk membentuk Perusahaan Patungan (JVCo) Pengelola Kawasan Wisata Terintegrasi Bakauheni Harbour City.

Dilansir dari Lampungprov.go.id, hal tersebut terungkap dalam sebuah rapat di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (13/1).

Dalam rapat tersebut dilakukan Pembahasan Kajian Pembentukan Perusahaan Patungan (JVCo) Pengelola Kawasan Pariwisata Terintegrasi Bakauheni dan Pembahasan Skema Kerjasama Menara Siger.

- Advertisement -

Kesepakatan JVCo sendiri dilakukan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi pada 26 Desember 2021 lalu.

Perusahaan patungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Lampung. Dan khususnya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

Perusahaan patungan ini akan mengoptimalkan lahan idle yang dimiliki masing-masing pihak. Sehinggi memiliki kekuatan hukum yang diakui oleh Pemerintah Indonesia untuk mengelola Kawasan Wisata Terintegrasi di Bakauheni, Lampung Selatan.

Ada beberapa tanggung jawab yang menjadi beban perusahaan patungan ini. Antara lain; mempersiapkan masterplan dan tata tertib dan peraturan kawasan, penataan lingkungan, penyediaan sarana dan prasarana kawasan yang berkualitas.

- Advertisement -

Kemudian melayani dan mendukung sepenuhnya aktivitas tenant/penghuni kawasan, dan melakukan fungsi manajerial. Serta menjadi katalisator pengawasan dan pemeliharaan keselamatan lingkungan hidup.

Terkait porsi saham, Pemprov Lampung akan menitipkannya melalui BUMD yang akan ditunjuk kemudian.

Pemprov Lampung, atau BUMD yang ditunjuk, akan melakukan pengambilan bagian saham dalam Perusahaan Patungan (JVCo). Yaitu setelah penyelesaian proses internal mengirimkan surat minat ke PT Indonesia Ferry (Persero).

Demikian dilakukan dengan mengikuti kaidah bisnis dan ketentuan perundangan yang berlaku.

Pemprov Lampung dan PT ASDP pun setuju untuk membentuk tim kecil. Tim ini akan melakukan diskusi dan pembahasan lanjutan.

Gubernur Lampung yang akan menujuk anggota Tim Kecil ini. Yaitu terdiri dari Bappeda, BPKAD, Biro Hukum, Biro Ekonomi, serta pihak terkait lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

SPECTRM Borobudur Series, Dorong Lahirnya Event Berkelanjutan

Super Priority Event Creator Camp (SPECTRM), kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan...

SPECTRM, Kolaborasi GenPI dan Kemenparekraf Tingkatkan Kualitas Event dan Atraksi

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menginisiasi sebuah program pelatihan peningkatan kualitas...

HUT ke-44 Dekranas: Iriana Jokowi Tambil Elegan dengan Kebaya Berhias Benang Tapis

Ibu Negara Iriana Jokowi tampil anggun saat hadir dalam acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Dewan Kerajinan...

Menparekraf Apresiasi Investasi Pembangunan Amenitas Baru di Sekupang, Batam

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi terhadap industri...